Artikel
Sejarah Desa Glatik
Desa Glatik merupakan daerah yang letaknya berada di Kecamatan Ujung Pangkah, kalau dari alun-alun Kecamatan Sidayu, ikuti saja jalan raya menuju arah barat, kurang lebih sekitar 15 menit sudah sampai. Patokannya, ada pom bensin, belok kanan, anda sudah masuk desa dengan penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Desa ini mulai ada sekitar tahun 1800 M. Sejarahnya keberadaannya memiliki kaitan dengan keraton Sumenep, Madura. Konon cerita, dulu ada seorang pemuda yang datang dari keraton Sumenep dan masih merupakan keturunan Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (Raden Ario Notonegoro) untuk menimba ilmu di Gresik. Setalah sekian lama menimba ilmu, menikah dengan seorang waita yang berasal dari pulau Bawean. Mereka kemudian menetap di suatu hutan sebelah baratnya Sidayu dan mendirikan sebuah surau yang nantinya digunakan untuk belajar ilmu agama Islam bagi masyarakat sekitar. Ditengah hutan itu banyak sekali hidup burung Glatik. Semakin lama di hutan itu mulai berdiri rumah-rumah. Dan mereka yang menghuni rumah-rumah itu juga merupakan orang perantauan dari pulau Bawean. Akhirnya, terbentuklah sebuah desa sendiri dengan nama Desa Glatik, diambilkan dari nama burung Glatik yang banyak hidup di hutan itu.
Posyandu 6 SPM Desa Glatik
KOMODITAS UNGGULAN DESA GLATIK

